Jalur Pendakian Gunung Slamet

/
36 Comments
puncak gunung slamet

Gunung Slamet adalah gunung tertinggidi Jawa Tengah dan merupakan gunung tertinggi kedua di Pulau Jawa dengan ketinggian 3.432 mdpl. Pada masa penjelajahan dunia yang pertama Sir Frances Drake, seorang pelaut Inggris pada tahun 1580, ketika itu melihat Gunung Slamet dan segera mengarahkan perahunya dan berlabuh di Cilacap.

Gn. Slamet dapat didaki melalu tiga jalur, lewat jalur sebelah Barat Kaliwadas, lewat jalur sebelah selatan Batu Raden dan lewat jalur sebelah timur Bambangan. Dari ketiga jalur tersebut yang terdekat adalah lewat Bambangan, selain pemandangannya indah juga banyaknya kera liar yang dapat ditemui dalam perjalanan menuju ke puncak slamet.


Jalur Pendakian Bambangan
Jalur Bambangan adalah jalur yang sangat populer dan merupakan jalur yang paling sering didaki. Route Bambangan merupakan route terpendek dibandingkan route Batu Raden dan Kali Wadas. Dari kota Purwokerto naik bus ke tujuan Purbalingga dan dilanjutkan dengan bus dengan tujuan Bobot sari turun di Serayu. Perjalanan disambung menggunakan mobil bak angkutan pedesaan menuju desa Bambangan, desa terakhir di kaki gunung Slamet.

Di dusun yang berketinggian 1279 mdpi ini para pendaki dapat memeriksa kembali perlengkapannya dan mengurus segala administrasi pendakian. Selepas dari jalan aspal perkampungan belok ke kanan, Pendaki akan menyeberangi sungai dengan cara melompat dari satu batu ke batu yang lain, bila sedang musim hujan aliran air deras akan menutupi batu-batuan ini. Selanjutnya akan melewati ladang penduduk selama 1 jam menuju pos Payung dengan keadaan medan yang terjal.

Pos Payung merupakan pos pendakian yang menyerupai payung raksasa dan masih berada di tengah-tengah perkebunan penduduk. Selepas pos Payung pendakian dilanjutkan menuju pondok Walang dengan jalur yang sangat licin dan terjal di tengah-tengah lingkungan hutan hujan tropis, selama kurang lebih2 jam. Selepas pondok Walang, medan masih seperti sebelumnya, jalur masih tetap menanjak di tengah panorama hutan yang sangat lebat dan indah, selama kira-kira 2 jam menuju Pondok Cemara.

Sebagaimana namanya, pondok Cemara dikelilingi oleh pohon cemara yang diselimuti oleh lumut. Selepas pondok Cemara pendakian dilanjutkan menuju pos Samaranthu. Selama kira-kira 2 jam dengan jalur yang tetap menanjak dan hutan yang lebat. Samaranthu merupakan pos ke 4. Kira-kira 15 menit dari pos ini terdapat mata air bersih yang berupa sungai kecil. Selepas Samaranthu, medan mulai terbuka dengan vegetasi padang rumput.

Pendaki akan melewati Sanghiang Rangkah yang merupakan semak-semak yang asri dengan Edelweiss di sekelilingnya, dan sesekali mendapati Buah Arbei di tengah-tengah pohon yang menghalangi lintasan pegunungan. Pendaki juga akan melewati Sanghiang Jampang yang sangat indah untuk melihat terbitnya matahari.

Kira-kira 30 menit kemudian pendaki akan tiba di Plawangan. Plawangan (lawang = pintu) merupakan pintu menuju puncak Slamet. Dari tempat ini pendaki akan dapat menikmati panorama alam yang membentang luas di arah timur.

Selepas Plawangan lintasan semakin menarik sekaligus menantang, selain pasir dan bebatuan sedimentasi lahar yang mudah longsor pada sepanjang lintasan, di kanan kiri terdapat jurang dan tidak ada satu pohon pun yang dapat digunakan sebagai pegangan.

Di daerah ini sering terjadi badai gunung, oleh karena itu pendaki disarankan untuk mendaki di pagi hari. Kebanyakan pendaki meninggalkan barang-barang mereka di bawah, untuk memperingan beban. Dari Plawangan sampai di puncak dibutuhkan waktu 30- 60 menit. Dari sini pendaki dapat melihat puncak Slamet yang begitu besar dan hamparan kaldera yang sangat luas dan menakjubkan, yang biasa disebut dengan Segoro Wedi. Apabila kita ingin turun menuju jalur lain, misalnya Guci, pendaki harus melewati kompleks kawah untuk memilih jalur yang diinginkan.

Jalur Pendakian Kaliwadas

Kaliwadas merupakan sebuah dusun yang berketinggian 1850 mdpi dan masuk wilayah Desa Dawehan, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, atau tepatnya berada pada barat daya lereng Gunung Slamet. Untuk menuju Kaliwadas dapat ditempuh dari kota Bumiayu menuju Pangasinan dengan menggunakan Angkutan Pedesaan jenis Colt yang memakan waktu 2 jam. Setiba di Pasar Pangasinan, perjalanan dilanjutkan menuju Kaliwadas dengan menggunakan Jeep Hardtop atau menggunakan angkutan umum jenis kendaraan terbuka yang beroperasi hingga pukul 18.00 wib.

Pendaki dapat menyiapkan segala perbekalan dan perizinan dari Kaliwadas ini. Kira - kira 300 m selepas jalan desa, pendaki diarahkan menuju jalan setapak. Satu jam kemudian pendaki akan melewati Tuk Suci yang oleh penduduk setempat diartikan sebagai mata air suci. Di Tuk Suci ini terdapat aliran air yang dibendung, yang berfungsi sebagai pengairan desa di bawahnya. Selepas Tuk Suci, medan mulai menanjak menembus lorong-lorong tumbuhan Bambu yang berukuran kecil. Penduduk sekitar menyebutnya Pringgodani. Enam puluh menit kemudian pendaki akan tiba di pondok Growong.

Pondok Growong merupakan tempat yang cocok untuk mendirikan tenda. Di sekitar area ini banyak ditemukan pohon besar yang di bawahnya terdapat lubang berukuran cukup besar. Selepas pondok Growong lintasan relatif datar sampai pada sebuah jembatan kecil yang bemama taman Wlingi, yang berada di ketinggian 1953 mdpl. Di daerah ini terdapat persimpangan, lintasan yang lurus dan lebar menuju ke Sumur Penganten. Berjarak 500 m dari area terdapat sumber air, yang juga merupakan sebuah tempat keramat di mana banyak peziarah yang datang untuk meminta berkah.

Jalur ke kiri merupakan lintasan yang menuju ke puncak. Keadaan lintasan semakin menanjak. Di sepanjang lintasan mulai banyak dijumpai pohon tumbang dan pohon penyengat. Lintasan kadang tertutup oleh semak belukar sehingga pendaki harus waspada agar tidak tersesat. Lintasan mulai kembali melebar ketika pendaki melewati persimpangan Igir Manis yang berada di ketinggian 2600 mdpl. Di sekitar area ini akan didapati tetumbuhan Adelweiss dan tetumbuhan Arbei. Setelah itu pendaki akan sampai di Igir Tjowek yang berada di ketinggian 2750 mdpl. Daerah ini masuk kawasan Gunung Malang. Di sini terjadi pertemuan jalaur ini dengan jalur Baturaden. Beberapa meter kemudian barulah pendaki tiba di Plawangan.

Plawangan merupakan sebuah tanah yang cukup datar di daerah terbuka, sekaligus merupakan batas vegetasi. Untuk menuju puncak dibutuhkan waktu kira-kira 2 jam. Pendaki dapat berangkat pagi agar dapat menikmati keadaan puncak dan sekitamya dalam keadaan cuaca cerah. Selepas Plawangan lintasan semakin tajam hingga mencapai sudut pendakian 60. Selanjutnya keadaan lintasan semakfn parah dengan medan bebatuan vulkanik yang mudah longsor. Bau belerang terasa menyengat dari kawah ketika pendaki tiba di puncak bayangan. Setiba di daerah ini, pendaki tinggal melipir pada gigir kawah menuju arah timur.

Setelah melewati Tugu Surono yang berupa tumpukan batu, pendaki akan sampai di puncak tertinggi  Gunung Slamet yang ditandai dengan patok triangulasi dan tower. Dulu tempat ini juga digunakan sebagai pemantauan aktivitas gunung api ini. Di puncak tertinggi kedua se-Jawa ini pendaki dapat menyaksikan pemandangan pada arah timur. Tampak beberapa puncak seperti Gunung Sumbing, Sundoro, Merbabu, Merapi, dan puncak Ciremai di arah barat. Semuanya berdiri kokoh sekan-akan menjadi pasak bumi Pulau Jawa.

Jalur Pendakian Batu Raden

Dari kota Purwokerto menuju tempat wisata Batu Raden menempuh jarak 15 km arah utara dan dapat ditempuh selama 30 menit dengan menggunakan Angkutan umum. Batu Raden yang merupakan daerah wisata yang terkenal dengan Pancuran Telu dan Pitu ini berada di ketinggian 760 mdpl. Pancuran tersebut merupakan aliran mata air panas yang mengandung belerang. Jalur ini merupakan jalur tersulit dan jarang dilalui pendaki.

Terbentang di sebelah selatan kaki Gunung Slamet pada ketinggian sekitar 640 m di atas permukaan laut. Baturraden terletak hanya 14 km dari Kota Purwokerto yang dihubungkan dengan jalan yang memadai. Di tempat wisata ini Anda dapat menikmati pemandangan indah & udara pegunungan yang segar dengan suhu 18 Celcius 25 Celcius. Sedangkan Gunung Slamet dengan ketinggian 3.428 m, merupakan gunung berapi terbesar dan gunung tertinggi ke-2 di Jawa.

Jika cuacanya bagus, Kota Purwokerto dapat terlihat dari Baturraden, begitu juga dengan Cilacap dan Nusa Kambangan. Ketika kita melihat gunung Slamet, kita dapat melihat lereng gunung Slamet yang ditutupi oleh hutan Heterogen. Taman Rekreasi di Baturraden menyajikan alam pegunungan & lembah sunyi yang dihiasi air terjun serta sumber air panas Belerang dan Pancuran. Di tempat ini juga dapat dinikmati berbagai mainan anak, menara pandang, Taman Botani, Kolam Renang. Tempat pemandian air panas, Kintamani, kolam luncur, sepeda air, kereta gantung, & kebun binatang Widya Mandala.

Selepas pal Taman Wisata Batu Raden, lintasan berbelok ke kanan dan menurun. Dalam perjalanan menuju pos I banyak ditemui cabang lintasan, yang merupakan jalan tikus yang banyak dibuat oleh penduduk setempat. Di tengah perjalanan pendaki akan melewati sebuah sungai. Setelah itu lintasan kembali datar dengan sajian jurang yang menganga pada sisi kanan lintasan. Untuk sampai di pos I dibutuhkan waktu selama 3 jam.

Selepas pos I lintasan mulai menanjak dengan sajian hutan yang rimbun dan asri, selama 2 jam. Untuk sampai di pos III dibutuhkan waktu selama 3 jam dengan lintasan yang tidak begitu menanjak. Vegetasi di pos III masih dalam kungkungan hutan hujan Tropis. Selepas itu pendaki akan melipir pada sebuah punggungan tipis yang berada di ketinggian 1664 mdpl. Daerah tersebut bemama Igir Leiangar. Selepas pos IV, tepatnya di puncak Gunung Malang, akan ditemui persimpangan dengan jalur Kaliwadas. Kemudian perjalanan dilanjutkan menuju ke Plawangan, lalu berbelok ke kanan menuju puncak Slamet.

Pesan

Disini saya tidak meberikan estimasi biaya perjalanan karena estimasi biaya setiap waktu bisa berubah dan saya menganjurkan untuk tanya langsung ke petugas langsung dengan cara menghubungi petugas lewat postingan CP petugas silahkan klik di sini untuk mengetahui nomer telfon petugas gunung


YOU MIGHT ALSO LIKE ARTICLES

36 comments:

  1. Wah keren mas... sangat membantu pendaki-pendaki....


    mampir juga di blog saya yaa

    ardiyantaa.blogspot.com

    ReplyDelete
  2. @ardi yanta: makasih as atas kunjunganya .. salam keong :)

    ReplyDelete
  3. wahhh.. asikk bgd kayaknya tuh..
    mampir juga ke blog sayya. heheh

    ReplyDelete
  4. medan via desa bambangan kalo dibandingkan medan gunung sumbing sulit mana mas?

    ReplyDelete
  5. Ambrosius Aditya : di bandingkan sama jalur sumbing yang via mana ni boy.
    salam keong

    ReplyDelete
  6. Makasih info nya sob! Salam tutut :)

    ReplyDelete
  7. Mantaabbs om artikelnya ..
    Kalo ga keberatan boleh minta manajeman perbekalan sama estimasi biayanya om ?yg via bambangan .. Hhehe :) maaf bila merepotkan,dan terima kasih sebelumnya ..

    July 30, 2014 at 9:09 AM

    ReplyDelete
  8. Jalur bambangan treknya sulit apa ngga gan ?

    ReplyDelete
  9. Maaf mas.. ada cp yang bisa dihubungi? Mau tanya2. Terimakasih

    ReplyDelete
  10. Dr bambangan nerangkat jam berapa, ngecamp dulu di pos mana yg ping cocok sebelum Ke puncak?

    ReplyDelete
  11. ulasan yang sangat detail sekali

    salam 3428 mdpl

    ReplyDelete
  12. ulasannya lengkap, rencana bulan november mau naik nih. terakhir 2013. banyak yang berubah ngga yah

    ReplyDelete
  13. Makasih ulasan nya mas, semoga bisa jadi perbekalan sy di bulan nov nanti hehe😀

    ReplyDelete
  14. Via bambangan aja lebih cepat.. pendakian jg rame jd nambah semngat ketika lelah gua kmren lewat bambangan seru bgt byak pndaki lain mungkin sekitar 500 org naik dr bambangan

    ReplyDelete
  15. Via bambangan aja lebih cepat.. pendakian jg rame jd nambah semngat ketika lelah gua kmren lewat bambangan seru bgt byak pndaki lain mungkin sekitar 500 org naik dr bambangan

    ReplyDelete
  16. Waktu itu mas nya mulai nanjak jam brp n ngecamp d pos brp jam brp ? Hehe thx

    ReplyDelete
  17. Mas mw tanya untuk transportasi dri jakarta menuju bambangan dong...

    ReplyDelete
  18. Tanggal 23 des mau ksana, rame gk ya..?����

    ReplyDelete
  19. Tengok juga
    https://youtu.be/Y5C0Jd9ozZs
    buat gambaran

    ReplyDelete
  20. Lengkap mas bro ulasannya. bermanfaat bgt untuk pendaki yg baru akan kesana.

    ReplyDelete
  21. Yang mau bareng dari jakarta timur8-10 januari , berangkat dr terminal kp.rambutan tanggal 8 malem sabtu, bisa Wa: 089617624395

    ReplyDelete
  22. PADAHAL PENGEN LIAT PEMANDANGANNYA KOK GAK DI TAG....

    ReplyDelete
  23. Mas, blogmu keren, lngkap & memberi bnyk info. Aku klo mw nanjak pst bca blog ini dlu biar tw keadaan dlapangan hehehe.
    klo blh ksh saran, tulisan2 dblog ini dtrbitin jd buku mas. Blm bnyk loh buku2 tntang pndakian mas. Klo iya jd trbit aku org prtama yg psen bukunya hehehe.
    salam keong.

    ReplyDelete
  24. yang tahun ini ada rencana pendakian Slamet dari Gresik / Surabaya saya ikut yaa.. hub 083854373053

    ReplyDelete
    Replies
    1. Februari tanggal 5 brangkat dari surabaya mbak

      Delete
  25. Tanya dong guys.
    Berarti klo naek lewat jalur baturaden sumber air nya gmn ya? & ada di titik mana saja? Thx

    ReplyDelete
  26. Tanggal 5 brangkat dari Bandung gan.

    ReplyDelete
  27. Gw suka banget blog ini...memberi banyak manfaat dan begitu detil...salam keong...(bukan keong racun )...hr..he..he..pokoknya mantap catatan keong

    ReplyDelete
  28. yang mau naik ke mt.slamet invite aj 5B5180EE

    ReplyDelete
  29. Renacana Muncak ke g.slamet Tgl 4Mei Berangkat Dari Bandung ,, Semoga Bisa Terwujud

    ReplyDelete
  30. Terimakasih sangat membantu jika ingin mendaki
    cek tentang pendaki kecil http://ebitjuandabodoh.blogspot.co.id/2016/04/pendaki-kecil.html

    ReplyDelete
  31. Terima kasih untuk informasinya cukup membantu sekali bagi pemula seperti saya..

    ReplyDelete
  32. bang jalur yang bambangan medan nya kaya papandayan? klo trek yg agak greget jalur mana bang?

    ReplyDelete
  33. Mantap,10 september lur berangkat via bambangan

    ReplyDelete

Catatan Harian Keong. Powered by Blogger.