Yang Indah Itu Sampah

/
2 Comments

Dimana ada keindahan di situ ada sampah, betul kan sobat keong? Coba deh sobat keong liat sekitar kita di rumah, sekolah, kampus, lingkungan kerja bahkan di hutanpun banyak sampah. Trus sampah itu sebenarnya siapa sih? Di manapun berada sampah kok selalu di perbincangkan orang-orang dari berbagai kalangan Atas,Menengah,dan Kebawah.

Nah, sobat keong ternyata ni setelah saya cari-cari dan saya diskusikan dan melihat di sekitar saya ternyata sampah itu,,, *roti di kasi mertega di kasi sele dan di kasih coklat*. Tau kan sobat. *sambil jitak kepala saya, sobat keong bilang itu roti bakar bukan sampah*, maaf sedikit ngelantur ceritanya abisnya sampah terkenal sih, sampai-sampai saya kalah terkenal, kembali ke *tank top,*eh salah lagi, maksudnya kembali ke topik sobat. 

Sampah sudah menjadi momok bagi setiap keindahan di Negeri ini, dan bahkan sampah bisa mengakibatkan bencana seperti salah satunya yang sering terjadi di kota-kota besar di Indonesia yakni BANJIR dan masih banyak lagi bencana-bencana yang akan di timbulkan oleh sampah, sobat keong pasti tidak mau kan kena bencana yang di timbulkan oleh sampah? 

Maka dari itu sobat keong, sadar terhadap lingkungan yang kita miliki, karena kita mahluk sosial yang selalu hidup bergotong royong maka dari itu kita harus menjaga kebersihan lingkungan dan tempat tinggal kita. 

Karena akibat kelalaian satu orang saya ni sobat, dampak mengakibatkan kerugian pada banyak orang, seperti misalnya kita membuang sampah sembarangan di sungai *bagi semua masyarakat, kita membuang sampah di hutan *bagi penikmat alam dan penggiat alam bebas. Jangan di pikir cuma diri kita saja yang buang, tetapi pikirkan apabila ada seratus orang bahkan ribuan orang yang mempunyai jalan pikiran yang sama, bisa di bayangkan kan sobat keong? Berapa banyak tu sampah yang akan terbuang dan akan menggunung di sungai?? *bagi semua masyarakat, dan sampah yang menggunung di hutan?? *bagi penikmat alam dan penggiat alam bebas. 

Perlu di inggat ni sobat keong, di dunia ini hutan itu ibarat paru-paru di tubuh, yang harus di jaga tapi karena ulah kita yang suka buang sampah saat naik gunung itu semua akan mengakibatkan ke tidak suburan bagi tumbuhan yang ada di hutan dan berakibat tumbuhan akan mati. Sedangkan sungai itu ibarat dara di tubuh kita, kita bisa bayangkan sobat keong, apabila aliran darah itu berhenti karena penyumbatan semua itu akan mmerusak sistem tubuh, dalam kehidupan yata apabila sungai sudah macet karena sampah, yang muncul adalah akan meluap dan berakibat banjir. 

Apa boleh dikata sobat keong nasi sudah menjadi bubur dan bubur itu paling enak dimakan waktu pagi *eh kok ngelantur sampai makanan lagi ni ceritanya *focus *focus,, faktanya saat ini sampah ada di mana-mana, berawal dari sampah yang sering kita anggap remeh dan seenaknya kita membuang plastik bekas makanan,botol bekas minuman, putung rokok dan sampah lainya. Dan kita tidak memikirkan akan memjadi apa sampah itu nantinya… 

Sobat keong pernah dengar atau membaca kutipan pepatah ini “Jika Ingin Mengubah Orang Lain, Mualailah Dari Diri Sendiri”. Pasti pernah membaca atau mendengar kan sobat? Nah, mungkin hal ini dapat di terapkan untuk mengurangi tumpukan sampah di pinggir jalan,sungai, tempat-tempat pariwisata baik yang bernuansa alam atau tidak dan yang terakhir hutan. Jadi hal ini bisa menjaga “Yang Indah Itu Indah” bukan Yang Indah Itu Sampah. 

Inti semua ini sampah memberikan pelajaran bagaimana menjaga kebersihan supaya tetap indah, yang terpenting adalah kesadaran diri sendiri, jangan pernah mengkritik orang membuang sampah sembarangan, klo kita tidak pernah membuang sampah pada tempatnya. 



YOU MIGHT ALSO LIKE ARTICLES

2 comments:

  1. Tulisan yang berkarakter, jadi gak bosen ngebacanya
    # sampah bisa jadi lapangan pekerjaan juga

    ReplyDelete
  2. @santridanalam: makasih kunjunganya.. :) iya tp sayang kebanyakan orang sampah bukan di jadikan lapangan pekerjaan tapi sampah lebih sering di gunakan sebagai hiasan di waktu musim hujan tiba sobat keong..

    salam keong

    ReplyDelete

Catatan Harian Keong. Powered by Blogger.