Sunset di Waduk Cengklik

Bulan Oktober kali ini saya berkunjung di Kota Surakarta niat awal cuma pengen menghibur diri yang sedang kalut dengan banyak pikiran yang tidak kunjung saya selesaikan. Bisa disebut #TripKeong kali ini sebuah pelarian dari semua tugas tidak kunjung saya selesaikan. Mungkin cara yang saya lakukan ini menurut #SobatKeong salah karena saya tidak mencoba menyelesaikan masalah malah melarikan diri dari masalah.


Eits, tapi cara ini paling manjur loh menurut saya buat menyelesaikan masalah, bukan membela diri lohh, tapi ini benar-benar cara ampuh saya menyelesaikan masalah dengan cara refreshing. Nah, langsung saja yuk simak #TripKeong kali ini. 

Sesampainya di Kota Surakarta, seperti biasa untuk mengirit dana #TripKeong kali ini saya menginap di salah satu rumah teman. Alhasil malam pertama dan malam-malam seterusnya saya tidak tidur di rumahnya, Karena kerjanya teman waktu malam, jadi tiap malam tidurnya di kantor tempat dimana teman bekerja. Tapi tidak jadi masalah yang penting selama bisa ngirit kenapa tidak, betul ?? Bukannya tidak modal loh, ini salah satu #TipKeong saat jalan-jalan dengan modus silaturohmi *Eh bukan modus tapi beneran silaturohmi kok. 

Silaturohmi dan berharap dalam hati bisa di ajakin wisata dan kuliner hhi, ternyata betul juga kata hati, hari pertama saya di ajakin wisata di Waduk Cengklik kata temen sih, wisata waduk ini sangat di minati bagi wisatawan yang ingin melihat matahari tenggelam. Dalam pikiran saya Waduk itu berarti tempat penampungan air. 

Jam empat sore saya berangkat ke waduk cengklik, sesampainya di sana perorang di kenakan biaya Rp 1.000 murah bukan? Menikmati matahari tenggelam dengan biaya segitu. Setelah sampai dan melihat-lihat saya bertanya sama teman mana waduknya? Kok, tidak ada airnya gini? Dan yang saya lihat banyak sawah dan sebagian lahan yang kering buat arena mobil jib.

Ternyata teman saya pun terkejut setelah melihat waduk cengklik sudah berubah menjadi area persawahan dan arena mobil jib, padahal dulunya waduk cengklik ini di penuhin air kata teman saya, ya sudah lah tidak apa-apa toh, tidak bisa melihat waduk cengklik yang semestinya tapi bisa melihat matahari tenggelam. Mungkin karena cuaca kemarau membuat waduk cengklik ini sebagian air surut.


Dengan surutnya waduk ini saya berhuntung juga, bisa jalan-jalan ke berbagai tempat untuk mencari foto dan menikmati matahari tenggelam sesuka hati, kalo airnya penuh mungkin kalo pengen menikmati matahari tenggelam di tengah waduk saya harus menyewa prahu nah kali ini berhuntung sekali tidak di kenakan biaya prahu :D. 

Obyek wisata ini sunggung indah, tapi sayangnya minim fasilitas saya kesulitan untuk mencari toilet dan tempat untuk berteduh dan bersantai-santai untuk menikmati matahari tenggelam ini.


Hari kedua di Kota Surakarta saya di ajak wisata kuliner #TahuKupat makanan khas Kota Solo. ini penampakan dari #KulinerKeong tahu kupatnya. Hmm nampol sekali rasanya. 



Nah #SobatKeong jangan lupa untuk mampir Waduk Cengklik yang terletak di Desa Ngargorejo Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali kalo lagi #TripKeong dan wajib nyobain #TahuKupat nya. Sekian dulu cerita dari saya sampai ketemu di #TripKeong selanjutnya. Tak lupa saya mengucapkan banyak-banyak trimakasih buat teman saya Muhammad Bayu dan Keluarga.

1 comment:

  1. Waduk cengklik emang keren mas. Rumah saya nggak terlalu jauh dari situ dan setiap hari lewat Waduk Cengklik kalau mau ke kampus. hehe

    ReplyDelete