Sekali Naik Perahu Tiga Pulau Terkunjungi

/
6 Comments

Halo Sobat keong, kali ini saya akan bercerita tentang pulau, pulau kali ini sangat mempunyai peranan penting juga dalam sejarah Indonesia. Dan mempunyai sejarah penting bagi umat islam saat mau melaksanakan keberakatan ke tanah suci buat beribadah. Nah, dari pada sobat penasaran langsung aja yuk simak ceritanya #MingguNgeong.

Sekali mengayuh dayung, dua tiga pulau terlampaui. Tapi ada yang tau artinya peribahasa itu sob? Ada yang bisa bantu sob soalnya saya sendiri juga lupa artinya hhe. eh sebentar, tapi sobat tidak usah cari di googel dah. Gak usah, gak usah saya saja yang mencari artinya biar sobat bacanya tidak terpotong gara-gara cuma mencara arti pribasa tersebut saya kan baik hati. ;-) 

Setelah saya mencari tau arti peribahasa tersebut dari google ternyata peribahasa itu mempunyai arti seperti ini “ satu kali melakukan pekerjaan, mendapatkan beberapa hasil sekaligus” . Nah, Sekarang sobat tau kan artinya. Peribahasa tersebut sangat cocok menggambarkan #MingguNgeong kali ini sob. 

#MingguNgeong ini saya ditemenin dua temen saya Satria dan Shinta. Satria mengajak saya untuk ikut Open Trip yang di adakan salah satu tour and travel. Karena saya waktu itu belum ada jadwal untuk minggu ngeong akhirnya saya memutuskan untuk ikut ajakan mereka berdua. Setelah Satria mengurus semua pendaftaran semua kita bertiga kumpul di stasiun KRL Tebet. 

Tepat pukul 06.00 wib. Saya, Satria dan Sinta kumpul di stasiun. Sebetulnya sih saya sangat sulit untuk bangun pagi kalo pas waktu liburan. Berhubung #MingguNgeong kali ini saya ikut orang mau tidak mau ya harus bagun pagi dan mengikuti jadwalnya sob, kalo tidak bangun pagi bias-bisa ketinggalan rombongan. 

Setelah kami bertiga kumpul di stasiun tebet kita membeli tiket KRL menuju stasiun kota. Karena meeting point yang di tentukan panitia di Kota tua tepatnya di depan gedung Mandiri. Setelah sampai sana ternyata sudah banyak yang kumpul. Walaupun kurang beberapa orang yang belum kumpul. 

Tepat pukul 07.30 WIB semua peserta Open Trip sudah berkumpul. Sebelum keberankatan ketua panitia menjelaskan tata tertib saat perserta mengikuti acara. Setelah menjelaskan tata tertib kita semua foto bareng. Setalah acara foto bareng kita berjalan 15 menit untuk naik angkutan umum yang sudah disediakan panitia buat membawa kita ke Muara Kamal. Total peserta yang ikut Open Trip ternyata banyak juga, sekitar 25 Orang. Mereka dari kalangan Mahasiswa, anak sekolah dan ada juga dikalangan orang tua yang bersama keluarganya. 

Sesampainya di Muara Kamal cukup lancar perjalanan untung acara Open Trip ini hari minggu coba kalo hari biasa hmmm gak kebayang deh sob macet nya kayak apa. Muara kamal itu ternyata pelabuhan para nelayan di sana juga ada pasar tempat jual macam-macam ikan laut. Sejauh angkutan umum memasukin kawasan pasar Ikan bau aroma nya sob, ibarat kata kalo sobat kesana memakai parfum yang mahal sekalipun percumah sob karena disana bau menyengat amisnya ikan bikin mual perut. 

Temen saya sinta pun setelah turun dari angkutan umum langsung mutah. Ya gimana ya sob. Baru kali ini saya ke tempat penjualan ikan yang baunya sangat menyengat dan banyak penjual yang membuang air bekaas cucian ikan di jalan, mungkin tempat ini perlu perawatan dan sering di bersihkan supaya menarik, saya tau sih ini pasar rakyat tapi kalo bisa pemerintah Jakarta bisa memberikan fasilitas yang layak mungkin akan tampak bersih dan bagus. 

Nah, lanjut lagi ceritanya sob. Itu tadi curhatan hati kecil sob ketika pertama kali melihat muara kamal. 

Kami pun berbondong-bondong menuju perahu yang sudah di sediakan oleh panitia. Tepat pukul 08:30 kapal kayu yang bermuatan 15 orang ini membawa kita mengarungi lautan untuk menuju Pulau Kelor, Pulau Onrust dan Pulau Cipir. Cuaca pagi ini sangat cerah dan ombak lautan kepulauan seribu sangat bersahabat sob. Selama perjalan saya sangat menikmatin angin yang sepoy sepoy, dan sura ombak yang menghantam prahu kami. Tak terasa di depan kapal suda ada pulau dan itu tandanya kapal ini akan sampai ke pulau pertama yang saya akan kunjungi. 

Pulau Kelor 


Pulau yang pertama di kunjungi ini bernama pulau Kelor, menurut pemandu Trip ini bahwa Pulau Kelor dahulu dikenal dengan Pulau Kherkof. Di pulau ini terdapat benteng Martello walaupun tinggal reruntuhan akibat abraasi dan sunami waktu Krakatau meletus benteng ini masih sangat kokoh sob. Pulau ini sangat kecil, karena ukuranya yang kecil itu penduduk setempat mengibaratkanya pulau ini selebar daun kelor, lalu pulau ini di kenal dengan Pulau Kelor. Tidak di pungkiri jika Pulau ini dilihat dari atas seperti daun, orang belanda mengenalnya sebagai Pulau Kherkof, entah apa artinya. Di sisi pulau yang agak lebar, disitulah benteng Martello berdiri, sementara disisi pulau yang lain, yang agak sempit hanya tanah datar dan pasir putih. Untuk cerita selengkapnya sobat keong bisa klik disini 

Pulau Onrust 


Pulau Kedua yang dikunjungi bernama pulau Onrust, setelah kapal kami bersandar pemandu kami pun sudah menyediakan makanan untuk makan siang terlebih dahulu, setelah makan siang kami diajak pemandu berjalan mengelilingi pulau. di sini pemandu kami menjelaskan bahwa Pulau ini dulunya merupakan asrama haji. orang-orang terdahulu jika ingin ke Mekkah hanya dapat ditempuh dengan jalur laut. Pulau ini menampung calon jemaah haji selama 5 hari untuk menyesuaikan kondisi laut untuk keamanan selama perjalanan. Pulau ini dijadikan pusat arkeologi dan mempunyai Museum. Masih panjang lagi sob ceritanya untuk lebih jelasnya sobat keong bisa klik disini untuk melanjutkan. 

Pulau Cipir 


Pulau Ketiga yang dikunjungi bernama pulau Cipir. Setelah kapal kami bersandar di Pulau cipir saya sangat terkejut sob melihat sebuah tiga tugu yang menopang sebuah  informasi yang bentuknya mirip sekali sama punya nya lelaki. Entah apa maksudnya pembuatan tugu ini apa mentang mentang disini dahulunya rumah sakit terus bentuknya begitu hmm, dan lebih konyolnya lagi banyak pengunjung wanita yang berfoto dan pose memegang di tugu itu, mana besar lagi sob :-D. duh jadi salah focus saya sob melihat para wanita ber pose di tugu itu sob. Lanjut lagi dah ke cerita. 

Pulau ini sering disebut pulau Khayangan kemudian berubah menjadi pulau Cipir. Pulau ini dulunya merupakan lahan bekas rumah sakit untuk perawatan dan karantina penyakit menular bagi jemaah haji pada waktu itu. Pulau ini merupakan rumah sakit rawat inap dulunya terbukti dengan adanya gedung tua dan reruntuhan gedung. Untuk lebih lengkap ceritanya klik disini ya sob. 

Nah sobat gimana #MingguNgeong kali ini sangat menarik bukan dalam sehari bisa mengunjungi tiga pulau. selain itu juga bisa belajar sejarah. Sungguh menarik bukan sob. 

Sekian dulu ya sob cerita #MingguNgeong kali ini. Nantikan cerita selanjutnya, Pesan saya yang saya kutip dari persiden Sukarno JAS MERAH “Jangan Sekali-Sekali Melupakan Sejarah” dan jika sobat keong berkunjung di tempat wisata jangan lupa untuk menjaga kebersihan, Jangan banyak mengharap kepada Pemerintah Indonesia karena kewajiban menjaga, melestarikan dan merawat indonesia itu kewajiban dari diri kita masing-masing. 

Salam Ngeong


YOU MIGHT ALSO LIKE ARTICLES

6 comments:

  1. Replies
    1. mba #Linda : makasih sudah mampir :-)

      Delete
  2. Pulau Kherkof kalau nggak salah artinya pulau kuburan.

    ReplyDelete
  3. Saya tertarik dengan tulisan anda mengenai pariwisata dengan sejumlah wisata yang menarik. Sangat bermanfaat untuk dapat mengetahui tempat wisata yang menarik dan penuh dengan suasana baru.Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis mengenai pariwisata yang bisa anda kunjungi di www.pariwisata.gunadarma.ac.id

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Marcellina terimakasi sudah berkunjung di #CatatanHarianKeong

      Delete
  4. Pulau yg dulu nya pernah di tinggali penjajah, saksi kemerdekaan Indonesia pasti banyak yg berbau mistis ya kak disana ?

    Download/Watch The Finest Hours (2016)

    ReplyDelete

Catatan Harian Keong. Powered by Blogger.