Resiko Yang Sering Terjadi Ketika Mendaki Gunung

 
Hai Sahabat, kali ini saya akan membagikan tulisan tentang resiko yang sering terjadi ketika mendaki gunung. Ada beberapa resiko yang saya tulis disini dan juga cara penangananya yuk langsung di baca.
 
AMS ( acute mountain sickness )
 
Acute Mountain Sickness adalah bentuk awal dari mabuk gunung. Pendaki yang rentan sudah mulai mengalami gejala ringan AMS pada ketinggian 1200 mdpl. AMS bisa diidentifikasi dari gejala-gejala seperti pusing, mual sampai muntah-muntah, nafas tersenggal-senggal, kelelahan, hilang nafsu makan, sulit tidur, menyendiri, malas bergaul. Apabila mendapatkan perhatian dan perlakuan sebagaimana mestinya,AMS umumnya tidak akan berakibat fatal. Sebaliknya, bila kondisi ini tidak dipahami dan diabaikan, masalah yang lebih serius akan mengancam. Umumnya penderita AMS perlu beristirahat sejenak untuk kemudian naik lagi.
 
Hypothermia
 
Hypothermia yaitu keadaan dimana suhu tubuh menurun dari keadaan suhu normal (37,5˚C) sehingga mengakibatkan tubuh menjadi menggigil. Ada tiga tahapan dalam hypothermia, yaitu ringan, sedang, berat.
 
Hypothermia Ringan, dimana suhu tubuh menurun antara 37,5˚- 36˚C. Gejala yang timbul yaitu tubuh menggigil karena kedinginan disertai bulu-bulu yang bediri dan gigi gemeretakan. Cara penanganannya: beri air hangat, beri makanan berkalori.
 
Hypothermia Sedang, dimana suhu tubuh menurun antara 35˚- 33˚C. Gejala yang timbul yaitu tubuh menggigil kuat karena kedinginan disertai hujan dan angin, posisi tangan seperti kuda-kuda bertinju, tubuh kaku, otot keras, gigi gemeretakan hebat, badan suka kejang-kejang.
 
Cara penanganannya:
  • Ganti baju basah dengan baju kering
  • Beri air hangat yang manis
  • Beri makanan berkalori tinggi
  • Masuk ke dalam sleeping bag atau bungkus dengan alumunium foil
  • Ajak bicara dan jaga kesadaran penderita dengan memanggil-manggil namanya*
  • Transfer panas tubuh dengan si korban *
  • Jika air yang di berikan terus di muntahkan maka langsung berikan lagi
  • Jangan tidur
  • Beri wangi-wangian (minyak kyu putih) jika si korban pingsan *
 
*Untuk penanganan yang ini kita harus berusaha sendiri menjaga tingkat kesadaran saya bagaimanapun juga caranya.


Hypothermia Berat, dimana suhu tubuh menurun antara 32˚ - 24˚C. Gejala yang timbul yaitu berhenti menggigil dikarenakan suhu tubuh lebih kecil dari suhu luar, kondisi setengah sadar, omongan sudah tidak nyambung, pingsan, biji mata membesar, jantung dan nafas pelan, bisa menyebabkan kematian.
 
Cara penanganannya:
  • Ganti baju basah dengan baju kering
  • Masukkan korban ke tenda dome kemudian nyalakan perapian dalam kompor trangia (jika ada)
  • Balut korban dengan alumunium foil
  • Ajak bicara dan jaga kesadaran korban dengan memanggil-manggil namanya *
  • Berbaring dengan membuka jalur nafas
  • Jangan berikan makanan atau minuman saat kondisi belum sadar *
  • Jika detak jantung tidak menentu, usahakan untuk memberikan nafas bantuan **
 
*Untuk penanganan ini diganti dengan menjaga tingkat kesadaran diri semaksimalnya dan dengan cara apapun juga.
**Untuk penanganan ini kita akan membawa tabung oksigen sendiri. 
 
Hipoglikemi
 
Hipoglikemi adalah suatu kondisi dimana terjadi penurunan kadar normal glukosa (gula) darah. Gejala-gejalanya yaitu: perubahan perilaku dan status mental, kebingungan, mudah lelah, kejang, hingga hilangnya kesadaran, jantung berdebar, cemas, tremor, berkeringat, lapar, dan kesemutan.
 
Faktor yang menyebabkan kadar glukosa turun adalah:
  • Nutrisi yang tidak cukup (kurang makan, kelaparan, kurang energy karbohidrat)
  • Kekurangan hormone
  • Defesiensi substrat (kelainan nutrisi berat)
  • Penyakit hati
  • Komsumsi obat-obatan dan olkohol
  • Kelebihan insulin dalam darah
  • Tumor
 
Cara penanganannya:
  • Penanganan cepat dan tepat
  • Berikan glukosa melalui mulut dengan memberi air gula, teh manis, permen, atau makanan lain yang mengandung gula
  • Kalau korban tidak sadar, segera panggil tenaga medis
 
Diare 
 
Gejalanya buang air besar berupa cairan atau lembek lebih dari 3 kali, kadang-kadang di sertai dengan muntah, kemudian apabila berlanjut penderita dapat mengalami dehidrasi (berkurangnya cairan dalam tubuh). Bahkan apabila tidak segera ditanggulangi dapat mengakibatkan kematian.
 
Pertolongan pertamanya:
  • Beri minum yang banyak (air matang) bila perlu di campur dengan oralit
  • Beri makan yang cukup dan teratur
  • Istirahat bila mengalami dehidrasi
  • Minum obat anti diare
  • Bila keadaan tidak kunjung membaik segera ke rumah sakit
 
Terkilir
 
Terkilir disebabkan karena adanya hentakan yang keras pada sebuah sendi pada arah yang salah. Akibatnya jaringan pengikat antar tulang dan otot akan terjadi pendarahan yang mengumpul di bawah kulit yang menyebabkan pembengkakkan.
 
Pertolongan pertamanya:
  • Pastikan ada atau tidaknya tulang yang patah pada daerah tersebut
  • Kompres bagian yang bengkak dengan es atau air dingin selama ±30 menit
  • Bila terdapat luka, atasi dengan baik sebelum di balut
  • Balut bagian yang terkilir dengan pembalut yang elastik
 
Macam-Macam Patah Tulang 
 
Patah tulang terbuka: tulang yang patah menonjol keluar (ada luka di luar), tulang tersebut berhubungan langsung dengan udara luar
 
Patah tulang tertutup: tulang yang patah tidak berhubungan langsung dengan udara luar (tidak terdapat luka pada bagian luar) 
 
Tanda-tanda patah tulang:
  • Bagian yang patah tidak bisa digerakkan, bila digerakkan atau di sentuh akan bertambah sakit
  • Sekitar luka bengkak kebiru-biruan
  • Patah tulang terbuka akan terlihat jelas tulang yang patah tersebut
 
Pertolongan pertamanya:
  • Bersihkan bagian tulang yang patah tersebut ( bila terdapa luka ) kemudian lakukan pembidaian
  • Pembidaian dilakukan diantara dua sendi
  • Bidai harus pipih, lembut, dan empuk
  • Ikatan harus cukup jumlahnya, dan tidak terlalu kencang atau longgar
  • Kalau mungkin pembidaian dilakukan lebih dari satu orang  
 
Keracunan
 
Apabila penderita ini keracunan makanan, umumnya sebelumnya diketahui telah memakan apa, sehingga apa yang sedang dialaminya kita bisa lebih tahu apa yang harus kita lakukan. Pertolongan pertamanya:
  • Mengusahakan agar penderita muntah, dengan menekan langit-langit tenggorokannya dengan jari melalui mulut
  • Setelah muntah berikan norit atau arang yang telah ditumbuk halus dan dilarutkan dengan air atau berikan susu
 
 Ciri-ciri ular berdasarkan bisa:
 
Gigitan ular Terkena gigitan ular merupakan kasus kesehatan darurat yang memerlukan perhatian khusus, keterlambatan yang kurang baik akan berakibat tragis. Selain itu kita harus dapat memperkirakan gigitan ular tersebut berbisa atau tidak.  
 
Ular berbisa rendah
  • Gerakannya cepat, takut pada musuh, agresif 
  • Beraktifitas pada siang hari (diurnal)
  • Membunuh mangsanya dengan membelit
  • Bentuk kepalanya bulat telur (oval)
  • Tidak memiliki taring bisa
  • Gigitannya tidak mematikan
  • Setelah menggigit langsung lari
 
Ular berbisa tinggi
  • Gerakannya lambat, tenang, penuh percaya diri
  • Beraktifitas pada malam hari (nocturnal) 
  • Membunuh mangsanya dengan menyuntikan bias
  • Bentu kepalanya cenderung segitiga sempurna (V)
  • Memiliki taring bisa dan racun mematikan
  • Ukuran relative kecil atau pendek, kecuali king kobra yang bisa mencapai lima meter
  • Kanibal (memakan temannya sendiri/jenis ular yang sama)
  • Setelah menggigit, masih tinggal di tempat
  • Warna bisanya cerah, namun hal ini pun tidak mutlak 
 
Pertolongan pertamanya:
  • Penderita diusahakan tidak terlalu banyak melakukan gerakan dan tidak panik
  • Luka bekas gigitan ular dibersihkan
  • Perlambat bagian penyerapan atau penyebaran racun ular menuju jantung, diikat pada bagian atas bekas gigitan ular dan kendorkan setiap 15-30 detik
  • Tutup luka dengan kasa steril yang sudah diberi betadine kemudian di balut
  • Bawa penderita ke puskesmas atau rumah sakit
  • Jika terpatuk, langsung gunakan pembalut atau bahan lain yang serupadan bebatkan dengan kencang
  • Jangan pernah izinkan korban untuk meminum alcohol
  • Jangan pernah memperlebar luka bekas gigitan karena dapat menyebabkan infeksi dan trauma pada korban
  • Kenali jenis ular yang mematuk
  • Segera bawa ke puskesmas atau rumah sakit terdekat 
 
Gigitan serangga
 
Gigitan serangga seperti: kalajengking, laba-laba, kelabang, lebah.
 
Pertolongan pertamanya:
  • Pada luka diolesi ammonia atau kapur sirih
  • Cuci luka dengan obat antiseptic atau air garam, kemudian dengan air hangat beberapa kali
  • Bila disertai pingsan segera bawa ke rumah sakit atau puskesmas

No comments:

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.