Keindahan Pulau belitung dari ketinggian, Part III

/ 00:00

Halo Sahabat, hari ketiga adalah hari terakhir kita berdua menelusuri Pulau Belitung ini, hari pertama keliling daratan pulau Belitung ceritanya bisa di baca disini, hari kedua menyusuri indahnya Pulau Belitung dengan melihat indahnya bawah laut ceritanya bisa di baca disini. Setelah sahabat baca ceritanya dan ini cerita terakhir penasaran? Hari ini saya meu keliling dimana? Dari pada penasaran langsung saja yuk cek ceritanya.

Halo Sahabat, hari ketiga adalah hari terakhir kita berdua menelusuri Pulau Belitung ini, hari pertama keliling daratan pulau Belitung ceritanya bisa di baca disini, hari kedua menyusuri indahnya Pulau Belitung dengan melihat indahnya bawah laut ceritanya bisa di baca disini. Setelah sahabat baca ceritanya dan ini cerita terakhir penasaran? Hari ini saya meu keliling dimana? Dari pada penasaran langsung saja yuk cek ceritanya.
Continue Reading

Halo Sahabat, sudah baca serunya perjalanan hari pertama keliling Pulau Belitung? Disana kita keliling dibeberapa tempat salah satunya ke rumah tiruan basuki Tjahaja (Ahok), ke Museum Andrea Hirata dan yang terakhir Replika SD Muhamadiyah Gantong. Kalo penasaran dan belum baca silahkan dibaca disini “Keindahan Pulau Belitung, Part I” setelah baca part pertama silahkan baca cerita kelanjutan nya di bawah ini.

Halo sahabat, kalo mendengar Pulau Belitung kita pasti akan di ingatkan pada film Laskar Pelangi yang begitu populer. Pulau Belitung, merupakan pulau yang indah letaknya berada di sebuah pulau lepas pantai timur Sumatra Indonesia. Selain saya teringat dengan film Laskar Pelangi saya teringat sosok penulis buku ya sapa lagi yang tidak tau Adrea Hirata sebelum buku-bukunya di filmkan saya mempunyai buku karya beliau saya sangat suka dengan cara beliau menulis seakan pembaca di bawa kedunia beliau untuk merasakan apa yang dulu dia rasakan.

Coban Rondo pun memiliki legenda menarik yang selalu dikenang. Coban berarti ’air terjun’. Sebagian orang menyebutnya sebagai serapan dari kata cobaan. Legenda Coban Rondo bermula dari pernikahan Dewi Anjarwati yang berasal dari Gunung Kawi dengan Raden Baron Kusuma yang berasal dari Gunung Anjasmoro. Setelah 36 hari pernikahan, Dewi Anjarwati mengajak sang suami untuk berkunjung ke keluarga suaminya di Gunung Anjasmoro. Namun, orang tua Anjarwati sebenarnya melarang karena, menurut keyakinan orang Jawa, pernikahan mereka baru berjalan selapan (36 hari).