Hallo sahabat wabah virus covid-19 atau corona yang sudah mewabah di Indonesia saat ini mengakibatkan banyak tempat wisata dan juga jalur pendakian gunung ditutup dan pemerintah menghimbau masyarakat untuk tetap diam dirumah dan tidak dianjurkan berpergian, karena virus ini sangatlah berbahaya. Jika dalam waktu dekat sahabat berencana mendaki salah satu gunung atau berkegiatan outdoor, tampaknya harus berbesar hati untuk menunda sementara atau menjadwalkan kembali waktu pendakian sampai virus corona sudah dinyatakan hilang atau sudah ada vaksin dan pemerintah sudah menyatakan aman. Sembari menunggu pengumuman dari pemerintah sahabat dapat menyimpan serta merawat dulu peralatan mendaki, salah satunya sepatu gunung atau sepatu trekking.
 
Halo Sahabat kali ini saya akan membagikan tips cara mencuci jaket gunung yang benar. karena jaket gunung merupakan peralatan wajib bagi pendaki gunung. Jaket gunung memberikan kehangatan terhadap lembab dan dinginnya udara di ketinggian. Jaket gunung di pasaran bisanya mempunyai ketahanan terdahap air dan angin atau lebih dikenal dengan sebutan waterproof dan windproof. nah yuk langsung simak jangan sampai salah mencuci kare kalo salah mencuci bisa merusak jaket gunung dari fungsinya.
 
Hai Sahabat, kali ini saya akan membagikan tulisan tentang resiko yang sering terjadi ketika mendaki gunung. Ada beberapa resiko yang saya tulis disini dan juga cara penangananya yuk langsung di baca.
Ketika berbicara Kota Bandung kota ini selalu menarik minat wisatawan baik domestik maupun internasional dengan wisata kuliner, wisata belanja dan wisata alamnya. Tempat wisata di Bandung yang beragam banget, membuat sahabat ngga bakal kehabisan ide tempat buat dikunjungi. Nah kali ini saya akan sedikit bercerita soal tempat wisata yang saya kunjungi yakni Saung Angklung Udjo. Yuk simak langsung cerita sejarah Saung Angklung Udjo.

Sebuah video pertunjukan saung angklung udjo
Alamat: Jln. Padasuka 118, Bandung 40192 Jawa Barat
Telepon: +62 22 727 1714, +62 22 710 1736
 

Halo sahabat ada yang pernah dengar Mountain sickness atau bisa juga disebut altitude sickness? itu merupakan kumpulan gejala yang timbul secara tiba-tiba akibat tubuh kita kekurangan asupan oxygen karena tekanan oxygen yg rendah di pegunugan. Gejala biasanya muncul saat kita berada diatas ketinggian 2400-2500 mdpl, dan akan semakin parah jika berada lebih tinggi lagi. nah apa gejalanya dan bagaimana penangan pertama yuk langsung simak.
 
Kenapa sih gunung Merbabu sekarang menerapkan sistem booking ketika mau mendaki gunung? sistem booking ini mencegah kerusakan hutan akibat terlalu banyaknya pendakian, makanya banyak gunung menerepkan sistem booking ketika mau mendaki salah satunya gunung merbabu. Sistem booking juga mempermudah balai besar taman nasional untuk mengawasi berapa jumlah pendakian.
 
Pendakian Gunung adalah hobi yang menantang dan tentunya menyehatkan. Tetapi kadang banyak pendaki yang melakukan kesalahan yang cukup merugikan dan akan membuat kesulitan selama pendakian. Hal ini sering terjadi terutama oleh para pendaki pemula yang belum mempelajari bagaimana atau apa saja yan perlu disiapkan ketika mendaki gunung. Nah disini saya akan memberitahu apa saja kesalahan yang sering di lakukan pendaki, jadi sahabat jangan sampai pernah melakukan kesalahan yang saya jelaskan berikut ini ya.
 
Mendaki gunung merupakan aktifitas yang sangat menguras energi, membutuhkan ketahanan fisik yang ekstra, serta stamina yang sangat baik. Aktifitas mendaki memang menyehatkan, tapi bisa saja berbalik kurang baik bagi tubuh. Salah satu hal yang sering terjadi pada saat pendakian adalah dehidrasi.
 
Hai Sahabat, Berkegiatan di alam bebas penuh dengan resiko. Salah satu ancaman bahaya yakni aktivitas gunung Berapi yang bias sewaktu waktu terjadi gempa. Namun ancaman ini sering kita abaikan begitu saja karena minimnya pengetahuan tentangnya. Nah, supaya kita lebih waspada dan berhati-hati, disini saya akan berbagi tips bagaimana jika kalian ketika mendaki gunung terjadi gempa. Langsung saja yuk simak.
 
Mempunyai hobi berpetualang di gunung memang sangat menyenangkan, tapi sahabat harus waspada, karena gunung merupakan rumah bagi berbagai makhluk hidup seperti burung, monyet, rusa, macan dan aneka hewan lainya tak terkecuali babi hutan yang kerap kali kita jumpai saat beraktifitas di alam bebas. Tak sedikit kejadian penyerangan oleh babi hutan yang berujung dengan rusaknya logistik pendakian, tenda dan alat-alat pendakian lainnya. Nah disini saya akan memberikan beberapa tips untuk meminimalisir terjadinya serangan babi hutan.



Halo sahabat saat ini semakin banyak orang yang ingin merasakan serunya naik gunung. Mereka ingin menikmati indahnya sunsrise di puncak gunung yang akan memberikan kedamaian sejati. Menikmati keindahan alam dari atas ketinggian memang sungguh luar biasa indahnya. Ada banyak cerita yang dihasilkan dari sebuah pendakian. Sayangnya, masih ada beberapa pendaki yang menjadikan pendakian hanya sebagai ajang pamer untuk numpang eksis di social media, tapi banyak sebagian orang yang tak menjaga kelestarian alam dan sering berbuat seenaknya sendiri ketika sedang naik gunung. Semoga sahabat yang membaca tulisan ini tidak seperti itu, ya. Nah apa saja yang tidak seharusnya dilakukan di gunung simak lansung ceritanya ya.

Halo sahabat mempunyai hobi berpetualang itu memang sangat menyenangkan, akan tetapi dalam melakukan hobi berpetualang di alam bebas itu sangat beresiko tinggi salah satunya saat kita berpetualang di tempat terbuka dan musim hujan pula resiko tertinggi adalah bawaan kita akan terasa berat dan ruang gerak kita untuk mengeksplore tempat wisata kurang leluasa dan resiko yang sangan berbahaya yakni terhada petir. Nah, kali ini saya akan berbagi tips menghindari sambaran petir saat berkegiatan di alam bebas. Yuk langsung aja baca tips-tips nya.
 
Gunung Prau merupakan gunung berketinggian 2565 mdpl, yang terletak di kawasan Dataran Tinggi Dieng. Gunung Prau berada diantara tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Batang, Kabupaten Kendal, dan Kabupaten Wonosobo. Sesuai namanya, Dataran Tinggi Dieng memilki cukup banyak gunung dan bukit yang menjulang berdampingan dengan Gunung Prau. Dinamakan Prau – atau Perahu dalam Bahasa Indonesia, yaitu dikarenakan gunung ini berbentuk mirip seperti perahu, dengan gunung-gunung kecil lain yang menyerupai ombak. Nah sahabat, kali ini saya akan mengupas secara detail mengenai jalur Pendakian Gunung Prau via Kalilembu.