Jalur Pendakian Gunung Kembang

Hallo sahabat Keong, lama sudah saya tidak update cerita disini. kali ini saya akan berbagi cerita perjalanan saya mendaki di Gunung Kembang. Gunung Kembang adalah salah satu gunung dengan ketinggian 2340 mdpl berada di Kabupaten Wonosobo Jawa Tengah. Tepatnya di Desa Kembarkasian, Kecamatan Kretek Kab.Wonosobo. memang gunung ini tidak setenar dengan Gunung Sumbing dan gunung Sindoro. Tapi untuk masalah viewnya tidak kalah menarik dengan kedua gunung tersebut.

Tanggal 31 Maret - 1 April 2018 gunung kembang secara resmi dibuka untuk umum nama basecamp Blembem kaliurip, basecamp tersebut biasanya digunakan untuk tempat penggepul petani kebun teh, milik perhutani karena tempatnya tersebut sangat dekat, hamapran kebun teh sangat luas. 


Nah sahabat, sebelum saya bercerita tentang perjalanan menuju basecamp dan perjalanan dari basecamp ke puncak, saya akan sedikit cerita tentang asal mula gunung ini dan sejarahnya. Berhubung saya dapet cerita langsung dari seorang bapak Edi, yang waktu itu ikut proses pembuatan jalur Gunung Kembang ini.

Menurut cerita Pak Edi, peroses pembukaan jalur Gunung Kembang ini tidak mudah. Di karenakan banyak faktor-faktor yang menghalangi seperti gangguan mistis dikarenakan gunung ini dulu dibuat ritual yang negatif. Pak Edi juga bercerita alasan kenapa ingin sekali di buka untuk jalur pendakian dikarenakan Pak Edi dan team nya tidak inggin warga dan penerus nantinya melakukan hal-hal negatif menjadi tradisi. Dan akhirnya rencana Pak Edi dan team berhasil meresmikan jalur yang di buat, pada tanggal 31 Maret - 1 April 2018 di basecamp blembem kaliurip Desa Kembarkasian, Kecamatan Kretek Kab.Wonosobo. Itu lah cerita sekilas dari Pak Edi tentang pengalaman saat membuka jalur pendakian gunung kembang.

Sekarang saatnya yang di tunggu-tunggu nih sama kalian, saya akan bercerita menurut pengalaman peribadi perjalanan menuju basecamp gunung kembang dan mendaki gunung kembang. Liburan lebaran haji kemarin saya pulang kampung ke semarang. Jalur pendakian gunung kembang ada dua yang pertama via basecamp Blembem yang kedua bisa via Lengkong dan Desa Keseneng Kecamatan Garung.

Transportasi

Berhubung jalur resmi via Blembem saya memutuskan lewat jalur resmi akses dari semarang. untuk menuju ke basecamp Blembem dari Jawa Barat dan Jawa Timur bisa menggunakan transportasi darat kereta api, dari jawa barat naik kereta api Tawang Jaya dari stasiun Senen Jakarta menuju stasiun Poncol Semarang. Jawa Timur naik kereta api dari stasiun pasar turi menuju Poncol Semarang. Sesampainya di stasiun poncol ini kita naik bus kota menuju terminal Terboyo, dilanjutkan dengan bus jurusan Wonosobo turun di pasar kentang Wonosobo, sesampainya dipasar kentang wonosobo sahabat bisa nyewa angkot atau ojek karena untuk menuju basecamp dari pasar kentang belum ada transportasi. Dari pasar kentang jika menggunakan transportasi umum bisa di tempuh kurang lebih 30 menit untuk mencapai basecamp pendakian via Blembem.


Basecamp Blembem terletak sangat strategis di kiri jalan yang lumayan lebar, jalan menuju sana juga sudah lumayan bagus. Basecamp Blembem dulunya tempat digunakan penampungan hasil panen dari kebun teh. Kondisi basecamp lumayan terawatt tapi sangat di sayangkan toilet di sana sangat kotor dan tidak layak, dan air di basecamp sungguh minim, mudah-mudahan setelah tulisan saya post di blog ini pihak basecamp Blembem memperbaiki fasilitas yang sangat kurang

Mendaki gunung Kembang kita di kenakan biaya:
  • Tiket pendakian /orang Rp.10.000
  • Parkir sepeda motor Rp.5000
  • Tiket fasilitas basecamp Toilet charger dan mushola Rp. 5000 

Sebelum mendaki pihak basecamp menjelaskan peraturan-peraturan seperti, ketika mendaki tidak menemukan bendera petunjuk yang di pasang maka pendaki positif dinyatakan salah jalur karena setiap 100 sampai 200 meter pasti di jalur pendakian di kasih bendera, selain itu para pendaki di kasih sebuah peta jalur pendakian.

Setelah dijelaskan saya dan rombongan memulai mendaki, untuk mendaki Gunung Kembang kita melewatin tujuh pos, pos terahir 8 puncak.


Jalur Pendakian

Basecamp – Istana Katak Star pendakian dari basecamp menuju istana katak kita melewati tengah-tengah perkebunan teh yang sangat luas, perjalanan menempuh 30 menit. Kenapa dinamakan pos katak? Dikarenakan jaman dahulu banyak orang yang mencari katak di daerah sini dan pada istirahat di pos ini jadilah nama pos katak.

Istana katak - Gerbang pendakian (Kandang Celeng) di temuh selama 15 menit. Pos ini dinamakan kandang celeng di karenakan di hutan gunung kembang ini banyak babi hutan. Setelah masuk di kandang celeng kita tidak boleh mendirikan camp di hutan ini, karena pihak warga tidak mau ada pendaki yang nanti di serbu babi hutan selain itu warga tidak mau para pendaki dengan membuka camp di hutan, banyak hutan yang rusak karena buat camp, pihak basecamp dan warga menyarankan untuk camp di atas puncak.

Gerbang pendakian (Kandang Celeng) – Pos I Liliput ditempuh 30 menit dengan jalur hutan yang masih sangat rimbun dan alami, dalam perjalanan saya melihat banyak tumbuhan yang berlumut dan berakar gantung. 

Pos I liliput – pos II Simpang 3 perjalanan masih melewati hutan yang sangat alamu dan terjaga. Untuk menuju pos II membutuhkan waktu sekitar 20 menit. Kenapa pos ini di namakan pos simpang tiga karena di pos ini ada 3 jalur bekas pembukaan jalur dulunya. 

Pos II Simpang Tiga – Pos III Akar memerlukan waktu sekitar 15 menit disini jalurnya semakin menanjak dan disini hutanya semakin lebat. Selain jalurnya menanjak juga banyak akar-akar pohon yang melintang di tengah jalur pendakian semapainya di pos akar aka nada satu akar pohon seperti video saya dibawah ini akarnya bisa buat gelantungan. Jadi tau kan kenapa pos nya dinamakan pos akar? Karena banyak akar di pos ini. 



Pos III akar – Pos IV Sabana memerlukan waktu 40 menit, disini saya dan tim mulai kelelahan dan saya pribadi sudah putus asa walaupun gunung ini ternyata dari basecamp sampai puncak jalurnya tidak ada yang landai semakin menuju pos sabana semakin gila kemiringan jalur yang dilewati. Saya memutuskan untuk berhenti sebentar untuk minum, setelah minum saya melihat peta yang di bekali dari basecamp ternyata setelah pos akar pos sabana, dalam benak saya, yang namanya pos sabana itu tempatnya luas dan datar, saya bergegas untuk sampai pos sabana ternyata setelah sampai pos dalam hati cuma bisa istigfar dalam hati ternyata pos ini tidak ada datar-datarnya sekali yang ada semakin menggila pupus harapan saya untuk mendirikan tenda di pos sabana.

Pos IV Sabana – Pos V Tanjakan Mesra, setelah putus asa saya membangkitkan kembali semangat untuk melanjutkan menuju pos tanjakan mesra, jalur ini sudah keluar hutan, kanan dan kiri jalur pendakian banyak tumbuhan edelweiss jalurnya seperti namanya mesra sekali sahabat. Berhubung tidak musim hujan jalur ini banyak debu. Kenapa mesra? Untuk sampai ke pos tanjakan mesra kita harus saling bantu- membatu supaya kita tidak jatuh dan tergelincir, baik naik atu pun turun di pos ini kita harus saling berpegangan tangan atau cari pegangan akar yang kuat. Perjalanan menuju tanjakan mesra dari pos sabana kurang lebih 15 menit.

Pos V Tanjakan Mesra – Puncak, jalur pendakian menuju puncak semakin menggila sahabat, butuh waktu 15 menit menuju puncak. Sesampainya di puncak saya sangat bersyukur akhirnya penyiksaanya jalur gunung kembang telah usai. Nah sekian dulu ya sahabat cerita dari saya, perlu di catat dari basecamp sampai puncak tidak ada sumber mata air. Pemandangan yang sangat bagus di puncak saat matahari tenggelam. Di puncak bisa menampung tenda sekitar 30 tenda.

Pesan
 

Disini saya tidak meberikan estimasi biaya perjalanan karena estimasi biaya setiap waktu bisa berubah dan saya menganjurkan untuk tanya langsung ke petugas langsung dengan cara menghubungi petugas lewat postingan CP petugas silahkan klik di sini untuk mengetahui nomer telfon petugas gunun. 

No comments:

Post a Comment