Jalur Pendakian Gunung Slamet via Guci


Gunung Slamet berada di lima kabupaten, yaitu Kab. Banyumas, Brebes, Tegal, Pemalang dan Kab. Purbalingga, Jawa Tengah. Merupakan gunung berapi aktif, meskipun tergolong gunung berapi yang sering beraktifitas, namun gunung ini tidak pernah sepi dari kunjungan para pendaki. Gunung Slamet ini menjadi gunung tertinggi di Jawa tengah. Nah sahabat, kali ini saya akan mengupas secara detail mengenai jalur pendakian Gunung Slamet via Guci.

Rute pendakian kali ini melewati jalur Guci. Jalur Guci merupakan salah satu jalur pendakian menuju puncak gunung Slamet yang terletak di Kabupaten Tegal. Akses menuju Basecamp pun mudah. Kawasan Guci terkenal dengan pemandian air panas serta wisata alam lainnya seperti wisata air terjun.

Informasi Transportasi Menuju Basecamp Guci

Dari arah Jakarta menuju Tegal dan dilanjutkan arah lebaksiu (Kabupaten Tegal). Di pertigaan Yomani Lebaksiu bisa langusng menuju ke Guci. Butuh waktu kurang lebih 45 menit dari pertigaan Yomani sampai pintu masuk Objek Wisata (OW) Guci.

Dari arah Purwokerto menuju ke Ajibarang dilanjutkan menuju Tegal. Sebelum masuk Kota Tegal bertemu dengan pertigaan Yomani Lebaksiu (Kab. Tegal) kemudian dilanjutkan ke arah OW Guci

Dari Semarang menuju ke Pekalongan, diteruskan menuju Pemalang, Moga dan kemudian menuju ke kawasan OW Guci.

Jika dari luar kota dengan menggunakan kereta api, bisa turun di Stasiun Tegal. Dari depan stasiun naik angkutan kota menuju terminal Kota Tegal. Dilanjutkan dengan bus mini jurusan Guci. Atau bisa juga dari terminal Kota Tegal naik bus mini jurusan Bumiayu atau Ajibarang turun di pertigaan Yomani Lebaksiu, dilanjutkan menggunakan angkutan ke arah Guci.

Pendakian Gunung Slamet Via Guci

Jalur Guci memiliki 2 basecamp pendakian resmi, yaitu basecamp Gupala dan basecamp Kompak. Bila kamu datang dari gerbang "Selamat Datang" di obyek wisata pemandian air panas Guci. Maka, jalan lurus menuju basecamp Kompak dan jalan sebelah kanan untuk sampai di basecamp Gupala. Alamat ke-2 basecamp tersebut berada di Desa Guci, Kecamatan Coblong, Kabupaten Tegal, Jawa Timur.

  • Pos 1 - Pos 2 (Pondok Cemara)
Menuju pos 2, jalanan tidak banyak berubah, masih landai, namun lebih licin dan ada beberapa tanjakan yang tidak terlalu miring. Pemandangan masih berupa pohon-pohon Pinus yang berbaris tidak beraturan, kadang-kadang pohon yang rubuh akan menghadang perjalananmu. Untuk sampai di pos 2, mungkin sekitar 1 jam perjalanan. Pos 2 merupakan area tanah datar yang tidak terlalu luas, pemandangan di sana didominasi oleh warna hijau dedaunan.

  • Pos 2 - Pos 3 (Pondok Pasang)
Selepas pos 2, perjalanan akan semakin terasa berat. Sebab, tingkat kemiringan track meningkat dan tidak sedikit juga jalur yang tertutup oleh semak belukar, membuat jalur tidak begitu jelas terlihat. Oleh sebab itu, sebaiknya melakukan pendakian di jalur Guci pada siang hari untuk meminimalisir resiko tersesat. Selain itu, gunakanlah gaiter untuk menghindari gesekan kaki dengan semak belukar yang berduri.

Setelah berjalan sekitar 1 jam, maka kita akan sampai di pos 3. Sebuah tempat bernama Pondok Pasang yang memiliki area cukup luas. Meskipun bukan tempat ideal untuk mendirikan tenda, namun tidak sedikit para pendaki yang bermalam di pos 3.

  • Pos 3 - Pos 4 (Pos Kematus)
Setelah melewati pos 3. Jalanan semakin sulit dilalui, track semakin menanjak, semak belukar semakin sering menutupi jalur dan terkadang, pohon rubuh akan menghadang perjalanan. Sementara hutan semakin rimbun.

Di tengah-tengah perjalanan menuju pos 4, kita akan melewati sebuah lorong yang terbentuk secara alami dari ranting-ranting pepohonan yang pendek. Untuk melewatinya, kita harus merangkak.

Untuk sampai di pos 4, kita membutuhkan waktu sekitar 90 menit perjalanan. Pos 4 bernama Pos Kematus, berada pada ketinggian 2.578 mdpl, memiliki area yang cukup luas dan di sini terdapat sumber air.

  • Pos 4 - Pos 5 (Cantigi/Plawangan)
Menuju pos 5, jalanan semakin hebat dalam menguji kesabaran dan tekad, tanjakan demi tanjakan, banyak pohon rubuh yang akan memaksa kita untuk merangkak atau melompat. Semakin dekat dengan puncak, perjalanan akan semakin terasa lebih berat.

Berjalan sekitar 100 menit, kita akan sampai di pos 5 yang berada pada ketinggian 2.852 mdpl. Pos 5 bernama Pondok Cantigi atau Plawangan yang memiliki area terbuka dan luas, merupakan batas vegetasi.

  • Plawangan - Puncak Gunung Slamet
Inilah track terberat yang harus dihadapi, jalanan menuju puncak sangat terjal, tingkat kemiringan track dapat mencapai 80 derajat, terlebih medan didominasi oleh bebatuan dan kerikil, bila salah memilih pijakan. maka bisa terpeleset. Usahakan untuk tidak menundukan kepala terlalu lama, karena rawan batu yang terjatuh. Waktu yang dibutuhkan menuju puncak adalah relatif, tergantung kepada kecepatan kita dalam melewati track tersebut, namun rata-rata pendaki menghabiskan waktu 120 jam.

Puncak Gunung Slamet

Setelah melakukan perjalanan yang cukup melelahkan, maka bonus yang menunggumu adalah kemegahan alam di puncak gunung Slamet. Kita dapat menyaksikan kawah Segoro Wedi yang sangat mengagumkan, melihat beberapa gunung lain yang berada di seberang dan merasakan sensasi mewah di negri di atas awan.

Pemandangan Gunung Lain di Puncak Surono

Gunung Sumbing, gunung Sindoro, gunung Merbabu dan gunung Merapi

Estimasi Waktu Pendakian Gunung Slamet
  • Pos 1 - Pos 2 : 60 menit
  • Pos 2 - Pos 3 : 60 menit
  • Pos 3 - Pos 4 : 90 menit
  • Pos 4 - Plawangan : 100 menit
  • Plawangan - Puncak Slamet : 120 menit

Nah sahabat itulah adalah ulasan tentang jalur pendakian gunung Slamet via Kaliwadas. lengkap dengan informasi transportasi menuju basecamp, estimasi waktu dan review perjalanan. Semoga bermanfaat dan selalu jaga kebersihan ya.

2 comments: