Beberapa Hal Sebaiknya Tidak Boleh Dilakukan Saat Mendaki Gunung




Halo sahabat saat ini semakin banyak orang yang ingin merasakan serunya naik gunung. Mereka ingin menikmati indahnya sunsrise di puncak gunung yang akan memberikan kedamaian sejati. Menikmati keindahan alam dari atas ketinggian memang sungguh luar biasa indahnya. Ada banyak cerita yang dihasilkan dari sebuah pendakian. Sayangnya, masih ada beberapa pendaki yang menjadikan pendakian hanya sebagai ajang pamer untuk numpang eksis di social media, tapi banyak sebagian orang yang tak menjaga kelestarian alam dan sering berbuat seenaknya sendiri ketika sedang naik gunung. Semoga sahabat yang membaca tulisan ini tidak seperti itu, ya. Nah apa saja yang tidak seharusnya dilakukan di gunung simak lansung ceritanya ya.


  • Jangan Menganggap Remeh Medan Pendakian
Salah satu kesalahan yang masih sering dilakukan bagu para pendaki adalah menganggap remeh jalur pendakian karna merasa fisiknya cukup kuat. Semudah apapun jalur pendakian yang akan kita lalui, sebisa mungkin untuk tidak menganggap remeh dan mempersiapkan diri sebaik mungkin

Sebelum kita melakukan pendakian, sebaiknya mempelajari terlebih dulu kondisi medan pendakian. Apalagi jika baru pertama kali melakukan pendakian ke gunung. Kita bisa mencari-cari referensi tentang kondisi medan di jalur pendakian melalui artikel-artikel yang ada di internet atau ngobrol sama teman yang sudah pernah melakukan pendakian gunung yang akan kita tuju. Sekali lagi, jangan anggap remeh jalur pendakian ya sahabat.

  • Bawa Perlengkapan Pendakian yang Sesuai Standar Pendakian
Banyak sabahat yang sedang melakukan pendakian gunung akan berfikir merasa senasib sepenangguan karna mereka memiliki tujuan yang sama, puncak gunung. Mereka akan dengan senang hati membantu pendaki lain apabila mengalami masalah dalam perjalanan

Namun, bukan berarti sahabat boleh mengandalkan bantuan dari orang lain. sahabat harus membekali diri dengan perlengkapan yang selengkap mungkin. Terutama untuk perlengkapan pribadi seperti sleeping bag, obat-obatan pribadi, pakaian hangat dan pakaian ganti, jas hujan dll. Sahabat tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi selama pendakian. Pendakin lain pastilah juga membutuhkan perlengkapan mereka sendiri untuk bertahan di gunung. Jadi, kurangi resiko seminimal mungkin dengan membawa perbekalan selengkap mungkin

  • Jangan Mengabaikan Himbauan Dari Petugas Basecamp, Apalagi Melakukan Pendakian Ilegal
Saat akan mendaki gunung, pasti sahabat dapat beberapa himbauan yang akan disampaikan petugas. Salah satunya adalah sampai mana batas pendakian boleh dilakukan. Karena tak semua gunung boleh didaki hingga puncak, bisa jadi gunung tersebut terlalu aktif atau medannya sedang dalam kondisi tidak stabil untuk didaki. Pastikan sahabat mendaftarkan diri kepada petugas sebelum mendaki, jangan sampai menjadi pendaki ilegal. Hal ini demi kebaikan sahabat sendiri.

  • Jangan Memotong Jalur Pendakian dan Membuat Jalur Baru
Saat mendaki, ikutilah jalur yang telah tersedia. Hal ini mencegah terjadinya hal-hal buruk yang mungkin terjadi, seperti tersesat atau melewati jalur yang berbahaya. Jangan sekali-kali memotong atau membuat jalur sendiri, apalagi hanya karena ingin coba-coba, sampai lebih cepat, dan sebagainya.

  • Jangan Memaksakan Kehendak Hanya Untuk Kepuasan Pribadi
Mendaki pasti dilakukan secara berkelompok. Nah, yang harus sahabat sadari adalah keselamatan kelompok itu lebih penting daripada keinginan pribadi untuk sampai ke puncak. Mendaki adalah kegiatan yang berhubungan langsung dengan alam.

Keadaan alam yang tidak menentu kadang menjadi hambatan saat mendaki. Sahabat harus tahu kapan untuk berhenti atau bahkan kembali turun tanpa mencapai puncak. Jangan sampai memaksakan kehendak ingin sampai puncak tanpa memikirkan keselamatan diri dan orang lain.

  • Jangan Merubah Atau Merusak Tanda Jalur Pendakian
Saat berada di gunung, hindari melakukan hal-hal bodoh dan tidak bermanfaat, apalagi sampai membahayakan orang lain. Iseng boleh, tapi jangan sampai mencelakai orang lain. Misalnya seperti mengubah tanda-tanda jalur pendakian yang dapat berakibat fatal bagi pendaki lain akibat berjalan ke arah yang salah. Apabila sahabat melihat pendaki lain yang merusak ataupun merubah tanda pendakian, sebaiknya sahabat juga mengingatkannya

  • Jangan Melakukan Vandalisme
Sahabat tak butuh bukti apapun bahwa kalian telah mendaki gunung. Karna mendaki gunung adalah sebuah perjalanan hati yang tak akan pernah terlupakan seumur hidup

Masih banyak pendaki yang melakukan tindakan memalukan ini. Aksi vandal adalah menuliskan nama, komunitas atau negara tertentu pada apa saja yang ada di gunung. Meski terlihat sepele, tapi bisa merusak pemandangan dan membuat gunung terlihat kotor. Bukan cuma itu, keselamatanmu bisa terancam jika melakukan hal-hal tak terpuji seperti vandalisme.

  • Jangan Mengambil Apapun di Gunung Kecuali
Saat di gunung, Sahabat tak boleh mengambil apapun, kecuali foto. Banyak hal menarik yang dapat sahabat jumpai di sana, seperti bunga edelweis atau hewan-hewan lucu yang tidak bisa ditemui daratan biasa. Mengambil bunga edelweis adalah tindakan ilegal dan tidak bertanggung jawab.

  • Jangan Membuang Sampah Sembarangan
Sampai saat ini, masih ada saja pendaki yang melanggar pantangan dan tetap membuang sampah sembarangan. Mereka enggan membawa sampah yang mereka hasilkan dan meninggalkannya begitu saja. Padahal selain membuat pemandangan menjadi rusak, hal ini juga mengakibatkan gunung menjadi tercemar.

Bawalah kantong untuk menumpuk sampah selama pendakian, lalu buanglah di tempat sampah yang biasanya disediakan pihak basecamp. Jangan tinggalkan apapun kecuali jejak dan kenangan selama di gunung.

  • Jangan Mendirikan Tenda di Dekat Sumber Air
Saat mendirikan tenda, tentu harus mencari tempat yang datar dan lapang. Namun, tak semua tempat yang lapang dan datar dapat dijadikan untuk membangun tenda. Hindari mendirikan tenda di dekat sumber mata air seperti sungai, danau, dan air terjun.

Selain untuk menghindari banjir banjir datang tiba-tiba, hal ini juga mencegah kita dari hewan buas yang mencari minum saat malam hari. Gak mau, kan saat sahabat tidur tiba-tiba dikagetkan dengan sapaan hewan buas.

  • Jangan Menyalakan Api Unggun Jika Tidak Diperlukan
Menyalakan api unggun sebaiknya dilakukan jika benar-benar dibutuhkan. Nyalakan api unggun saat benar-benar kedinginan dan untuk mengusir ancaman hewan buas. Jika hanya ingin menghangatkan air atau memasak, sahabat bisa menggunakan kompor gunung atau parafin. Hal ini untuk meminimalisir terjadinya kebakaran hutan, yang biasanya disebabkan oleh adanya sisa api unggun yang ditinggalkan, tapi belum benar-benar padam.

  • Jangan Meninggalkan Rombongan Terlalu Jauh
Saat mendaki, pastikan untuk tidak terpisah dari rombongan atau meninggalkan teman satu rombongan dengan jarak yang cukup jauh. Karena setiap orang memiliki stamina yang berbeda-beda. Sehingga lebih baik jika orang dengan stamina paling lemah diposisikan di tengah kelompok, agar tak tertinggal.

Beberapa kematian dan laporan orang hilang di gunung disebabkan oleh terpisah dan tertinggal dari kelompoknya. Oleh karena itu, kekompakan dan saling menjaga adalah hal yang harus dijaga selama mendaki.

  • Jangan Berfikiran Jahat Atau Negatif
Ingat, makhluk di dunia ini bukan hanya manusia saja. Tuhan menciptakan berbagai macam makhluk untuk menemani manusia. Meskipun tidak dapat dilihat menggunakan kasat mata, tapi makhluk tersebut ada. Makhluk- makhluk seperti jin dapat dengan mudah mengetahui apa yang ada di pikiran manusia. Gunung merupakan bagian dari alam yang masih alami dan belum banyak tersentuh oleh ulah manusia. Banyak sekali budaya- budaya di dunia yang mengatakan bahwa gunung- gunung di Indonesia lekat sekali dengan dunia mistis atau alam ghaib. Sehingga dapat dibayangkan bahwa di gunung banyak terdapat makhluk- makhluk lain selain manusia.

Ketika di gunung, manusia hidup berdampingan dengan makhluk- makhluk lain dengan jarak yang lebih dekat dan jumlah yang lebih banyak, sehingga manusia harus lebih berhati- hati. Ketika Anda mempunya pikiran jahat, maka yang disekitar kita akan mengetahui apa yang Anda pikirkan. Sehingga mungkin saja makhluk lain tersebut tidak menyukai dan bisa berbuat apa saja terhadap Anda yang berpikiran buruk. Yang dimaksud dengan pikiran buruk adalah pikiran buruk terhadap alam, atau sesama manusia.

  • Jangan Berbicara Kotor
Sama halnya dengan berpikiran kotor atau jahat atau negatif, berbicara kotor juga akan menyebabkan yang ada di sekitar kita menjadi tidak nyaman dan menjadi marah. Berbicara kotor baik dengan mengumpat ataupun memaki- maki merupakan hal tidak sopan. Seperti halnya bertamu, yang punya rumah pasti juga akan marah jika tamunya mengumpat atau berbicara kata kotor di rumahnya sendiri.

Sama halnya di gunung, makhluk-makhluk lain yang menghuni wilayah gunung pasti juga akan kesal jika pendaki yang datang ke rumah mereka dengan sengaja mengucapkan kata- kata kotor dan kurang sopan. Oleh karena itu, orang- orang yang seperti ini seringkali disesatkan, hilang, bahkan meninggal. Maka dari itu hendaklah kita sebagai pendaki yang baik bisa menjaga diri dengan menjaga tangan dan juga lisan kita agar terhindar dari hal- hal yang buruk dan tidak diinginkan.

  • Jangan Istirahat Terlalu Lama Saat Pendakian
Walau mendaki gunung akan sangat melelahkan, sahabat sebaiknya tidak break terlalu lama. Apalagi jika pendakian dilakukan pada malam hari. Beristirahat terlalu lama akan membuat suhu tubuh turun drastis dan sulit untuk dinaikkan kembali.

Istirahat lama sebaiknya dilakukan di area camping atau jika sahabat memang sudah tidak kuat lagi dan ingin segera beristirahat, cari lokasi yang agak lapang untuk mendirikan tenda. Di dalam tenda sahabat bisa beristihat dengan lebih leluas.

No comments:

Post a Comment