Tips Menyelematkan Diri Jika Terjadi Gempa Saat Mendaki Gunung

 
Hai Sahabat, Berkegiatan di alam bebas penuh dengan resiko. Salah satu ancaman bahaya yakni aktivitas gunung Berapi yang bias sewaktu waktu terjadi gempa. Namun ancaman ini sering kita abaikan begitu saja karena minimnya pengetahuan tentangnya. Nah, supaya kita lebih waspada dan berhati-hati, disini saya akan berbagi tips bagaimana jika kalian ketika mendaki gunung terjadi gempa. Langsung saja yuk simak.


  • Hindari Bangunan Permanen
Saat terjadi gempa, sebaiknya kita hindari bagunan permanen seperti shelter atau pos pendakian karena bangunan tembok berpotensi rubuh dan dikhawatirkan menimpa kita yang sedang berada di dalamnya. Terlebih kebanyakan bangunan di gunung minim perawatan dan ringkih sehingga mudah roboh saat terjadi oleh gempa.

  • Hindari Area Jurang, Lembah, Kawah, Bebatuan
Longsoran dan luncuran batu jadi momok yang paling menakutkan saat terjadi gempa di Gunung, selain itu potensi pohon tumbang juga tak kalah bahaya. Nah area yang perlu dihindari ketika terjadi gempa yakni area pinggir jurang, area pinggir lembah, area bibir kawah, dan area yang diatasnya terdapat bebatuan. Jika memungkinkan carilah area tanah yang lapang dan kokoh untuk mengindari potensi bahaya tersebut.

  • Pentingnya Kontak Resmi Pengelola Gunung
Salah satu hal yang mungkin sering kita lupakan adalah meminta kontak nomor atau frekuensi HT (bagi yang membawa HT) basecamp atau pengelola gunung sebelum memulai pendakian. Kontak nomor sangat berguna untuk menginformasikan hal-hal yang tidak diduga seperti terjadinya longsoran di gunung, terlebih di beberapa gunung Indonesia sinyal ponsel kini dapat dijangkau. Namun jauh-jauh hari sebelum pendakian tanyakan dulu sinyal provider yang tersedia di tempat yang akan dikunjungi.

  • Kendalikan Diri
Sebisa mungkin kendalikan diri saat terjadi gempa di gunung. Kendalikan disini dalam arti tidak ceroboh saat memutuskan untuk menyelamatkan diri yang dapat membahayakan keselamatan diri ataupun orang lain.

  • Lakukan STOP
Lakukan langkah Stop, Thinking, Observe, Planning yang mempunyai singkatan STOP. Jika kita terjebak medan pendakian yang terkena dampak gempa seperti tertutup material longsoran, amblas, dll. Tenangkan diri, pikirkan langkah selanjutnya, Observasi lingkungan sekitar lalu rencanakan langkah yang akan diambil. Jika tidak memungkinan, hubungi kontak pengelola gunung lalu tunggu arahan atau evakuasi dari tim sar.

  • Logistik Pendakian
Manfaatkan dan pergunakanlah logistik pendakian (Makanan, minuman, gas, dll) sebaik mungkin. Jika terjadi hal yang tidak diinginkan seperti terjebak oleh medan pendakian yang terputus dan diharuskan bermalam lebih lama lagi, sedikit apapun logistik pendakian yang masih tersisa akan sangat bermanfaat. Dalam hal ini bagi pendaki yang memiliki skill survival menjadi nilai tambah tersendiri.

  • Safety First
Takkan lari gunung dikejar. Jika pendakian tidak memungkinan untuk dilanjutkan maka sebaiknya hentikan lalu evakuasi diri menuju tempat yang lebih aman. Semoga di kesempatan lain Semesta mengijinkan untuk menjejaki puncak yang sempat tertunda.

No comments:

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.